Saat awal menjadi penulis, penolakan penerbit dan kegagalan lomba menjadi teman akrab saya. Tanpa dukungan dari keluarga, langkah ini sempat goyah. Saya hampir menyerah dan percaya bahwa saya tidak berbakat, serta karya-karya saya tidak akan pernah layak menyapa pembaca. Sampai akhirnya, saya bertemu dengan seseorang yang menjadi pemantik semangat. Dialah alasan mengapa saya menulis, tetap menulis, dan terus menulis hingga hari ini. Sebagai bentuk terima kasih, namanya akan saya abadikan dalam buku berjudul, "Dear 2019: Untukmu dan untuk Hari Itu yang Membuatku Merasa Sangat Dicintai." Insyaallah, buku ini akan segera rilis. Sebagai penulis, saya berharap bisa melahirkan tulisan terbaik yang bermanfaat. Selain itu, saya juga sedang membangun akun Instagram @dibalik.tulisan, sebuah ruang aman untuk merangkul jiwa-jiwa yang sedang terluka atau dalam proses penyembuhan luka. Di sana, saya ingin berbisik kepada mereka yang patah, "Kita mungkin tidak saling mengenal, tetapi luka kita saling mengenali dan kamu tidak sendirian."