Risma Feni
Gen.HybridKotabaru, Kalimantan Selatan, Indonesia

Risma Feni

Kasir Retail, Penulis di PT. Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart)

Kasir alfamart yang sedang berjuang menjadi penulis berbakat.

Fokus:
KasirPenulis

Sejak SOON

01

Sebelum bergabung dengan SOON, saya adalah seorang gadis pendiam yang selalu menghindari keramaian. Namun, setelah menjadi bagian dari SOON dan berteman dengan anggota lainnya, saya mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan serta perlombaan. SOON secara perlahan telah mengubah pola pikir saya menjadi lebih berani dalam mengambil peluang untuk berkembang, mencari pengalaman, serta mempelajari hal baru. Lebih dari itu, SOON mengajarkan saya untuk percaya dan lebih menerima diri sendiri.

Linimasa Karier & Jejak Langkah

Rekam Perjalanan

  1. 2022 – Sekarang

    Wakil 2 Duta Skawan

    SMKN 1 Kotabaru

    Dipercaya sebagai Wakil 2 Duta Skawan angkatan ke-2 tahun pelajaran 2021/2022

  2. 2021 – Sekarang

    Duta Sejarah Kerajaan Pulau Laut (Dewi Jagratara Madya)

    Kabupaten Kotabaru

    Mendapat amanah sebagai Duta Sejarah Kerajaan Pulau Laut Kabupaten Kotabaru dengan gelar Dewi Jagratara Madya.

  3. 2021 – 2021

    Penulis Buku 'Bulan'

    UD. Oprecht Luxe

    Menerbitkan buku karya sendiri berjudul Bulan.

  4. 2021 – 2021

    Penulis Buku 'Hilang'

    CV. Pena indis

    Menerbitkan buku karya sendiri berjudul Hilang.

  5. 2022 – 2025

    Karyawan

    PT. Jalur Nugraha Ekakurir (JNE)

    Bergabung selama kurang lebih 3 tahun dan menimba pengalaman kerja profesional di bidang ekspedisi.

  6. 2023 – 2023

    Penulis Buku 'Takdir Cinta Seorang Chef'

    Penerbit Ebiz

    Menerbitkan novel Takdir Cinta Seorang Chef.

  7. 2025 – Sekarang

    Karyawan

    PT. Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart)

    Melanjutkan karier di perusahaan retail modern PT. Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart).

  8. 2024 – Sekarang

    Pengelola Konten Literasi & Healing Space

    Instagram @dibalik.tulisan

    Mendedikasikan akun @dibalik.tulisan sebagai ruang hangat berisi quotes dan kata penyemangat bagi siapa saja yang sedang berproses menyembuhkan luka.

Titik Balik (Turning Point)

02

Tahun pertama setelah lulus sekolah adalah fase terberat dalam hidup saya. Ada rasa sesak yang sulit dijelaskan saat melihat teman-teman melanjutkan pendidikan di Universitas kebanggaan mereka, sementara saya harus langsung bekerja. Saya merasa kehilangan arah, menjalani rutinitas hambar, dan melihat mimpi-mimpi saya perlahan menjauh. Sampai suatu hari, seorang teman lama menyapa dan berkata, "Enak ya jadi kamu. Sudah kerja, punya gaji mandiri, dan tidak membebani orang tua lagi." Kalimat itu menjadi tamparan keras yang menyadarkan saya. Bisa jadi, kehidupan yang saya keluhkan ini mungkin adalah mimpi besar orang lain yang belum terwujud. Takdir tidak pernah salah menempatkan saya. Kesadaran ini membuat saya bangkit. Saya mulai merapikan kembali hidup yang berantakan dan menyalakan kembali semangat yang sempat padam. Ini bukan tentang terlambat atau tertinggal dari orang lain. Ini adalah garis start saya dan saya siap menikmati setiap langkah dalam perjalanan ini.

Arah Sekarang

03

Saat awal menjadi penulis, penolakan penerbit dan kegagalan lomba menjadi teman akrab saya. Tanpa dukungan dari keluarga, langkah ini sempat goyah. Saya hampir menyerah dan percaya bahwa saya tidak berbakat, serta karya-karya saya tidak akan pernah layak menyapa pembaca. Sampai akhirnya, saya bertemu dengan seseorang yang menjadi pemantik semangat. Dialah alasan mengapa saya menulis, tetap menulis, dan terus menulis hingga hari ini. Sebagai bentuk terima kasih, namanya akan saya abadikan dalam buku berjudul, "Dear 2019: Untukmu dan untuk Hari Itu yang Membuatku Merasa Sangat Dicintai." Insyaallah, buku ini akan segera rilis. Sebagai penulis, saya berharap bisa melahirkan tulisan terbaik yang bermanfaat. Selain itu, saya juga sedang membangun akun Instagram @dibalik.tulisan, sebuah ruang aman untuk merangkul jiwa-jiwa yang sedang terluka atau dalam proses penyembuhan luka. Di sana, saya ingin berbisik kepada mereka yang patah, "Kita mungkin tidak saling mengenal, tetapi luka kita saling mengenali dan kamu tidak sendirian."

Jalin Koneksi

Tertarik Bertukar Pikiran dengan Risma Feni?

Buka ruang dialog, inisiatif kolaborasi karya, atau sekadar menyapa melalui tautan resmi berikut.

Laporkan profil ini

Alasan